Setiap akhir tahun, perusahaan wajib untuk menghitung dan melaporkan kewajiban pajak penghasilannya, termasuk PPh Badan Tahunan. Proses ini tidak hanya melibatkan penghitungan pajak saja, tetapi juga pencatatan beban pajaknya secara akurat di laporan keuangan. Nah, kalau Anda pengguna Accurate Online, maka proses pencatatan PPh Badan Tahunan ini bisa diatur dengan cukup mudah dan rapi.
Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana cara setting beban PPh Badan Tahunan di Accurate Online, apa saja yang perlu disiapkan, dan bagaimana praktik pencatatannya agar sesuai standar akuntansi serta perpajakan.
Apa Itu PPh Badan Tahunan?
PPh Badan Tahunan adalah pajak penghasilan yang dikenakan kepada badan usaha (seperti PT, CV, koperasi, yayasan, dll) atas laba bersih yang diperoleh selama satu tahun pajak. Pajak ini dihitung berdasarkan laporan keuangan akhir tahun dan dilaporkan melalui SPT Tahunan Badan (form 1771).
Dalam praktiknya, banyak perusahaan yang mencatat estimasi beban pajak badan tahunan ini saat proses tutup buku, agar laporan laba rugi perusahaan lebih mencerminkan beban usaha yang sebenarnya.
Cara Setting PPh Badan Tahunan di Accurate Online
Berikut ini langkah-langkah untuk mencatat dan mengatur beban PPh Badan Tahunan di Accurate Online:
1. Buat Akun Khusus Pajak Penghasilan Badan
Sebelum mencatat transaksinya, Anda perlu menyiapkan akun terlebih dahulu:
- Masuk ke menu Buku Besar > Daftar Akun.
- Klik Tambah, lalu buat akun dengan tipe Biaya (Expense).
- Buat nama akun misalnya: “Beban PPh Badan Tahunan”.
- Akun ini akan digunakan untuk mencatat estimasi atau realisasi beban PPh yang akan dibayar.
2. Catat Estimasi Beban Pajak di Jurnal Umum
Setelah laporan keuangan disusun dan estimasi pajak diketahui, maka Anda bisa langsung mencatat beban PPh-nya dengan masuk ke Jurnal Umum.
- Debit: Beban PPh Badan Tahunan.
- Kredit: Hutang PPh Badan (buat akun liabilitas jika belum ada).
Contoh:
Debit: Beban PPh Badan Tahunan Rp 45.000.000
Kredit: Hutang PPh Badan Rp 45.000.000
Dengan pencatatan ini, maka beban sudah muncul di laporan laba rugi, dan hutang pajaknya akan muncul di neraca.
3. Bayar Pajak dengan Menu Pembayaran
Setelah pembayaran pajak dilakukan (misal lewat e-Billing), maka Anda bisa membuat pencatatan pelunasannya:
- Buka menu Kas & Bank > Pembayaran.
- Pilih akun kas yang digunakan.
- Akun tujuan: Hutang PPh Badan.
- Isi nominal sesuai dengan yang dibayarkan.
Transaksi ini akan mengurangi saldo kas dan menyelesaikan kewajiban pajaknya di sistem Accurate.
Tips Pencatatan PPh Badan Lebih Rapi
Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam melakukan pencatatan pph badan di Accurate Online dengan rapi:
- Gunakan akun terpisah untuk PPh Tahunan, agar tidak tercampur dengan PPh pasal lain seperti PPh 23 atau PPh 21.
- Lakukan pencatatan setelah hasil audit atau tutup buku tahunan, agar lebih akurat.
- Tandai jurnal sebagai penyesuaian akhir tahun, terutama jika dilakukan setelah tutup buku berjalan.
Ikuti Pelatihan Accurate Online Sekarang
Masih bingung cara mencatat beban PPh badan tahunan atau ingin tahu praktik terbaiknya? kami menyediakan pelatihan resmi Accurate Online yang akan memandu Anda dari dasar sampai mahir. Kami akan membantu Anda memahami fitur perpajakan, akuntansi, hingga laporan keuangan secara menyeluruh. Hubungi customer service kami sekarang juga dan jadwalkan pelatihan Anda bersama tim profesional kami!

