Dalam kegiatan usaha, kewajiban pelaporan dan pembayaran pajak penghasilan menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu jenis pajak yang wajib dicatat perusahaan adalah PPh 29, yaitu pajak kurang bayar yang dihitung berdasarkan total kewajiban pajak setahun dikurangi kredit pajak. Banyak pengguna Accurate 5 masih bingung bagaimana cara mencatat PPh 29 dengan benar agar sesuai dengan laporan fiskal.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara melakukan pencatatan PPh 29 di Accurate 5, akun apa saja yang diperlukan, serta tips pencatatan agar laporan akuntansi tetap rapi.
Apa Itu PPh 29 dan Kapan Dicatat?
PPh 29 adalah pajak penghasilan kurang bayar yang muncul ketika total pajak terutang dalam satu tahun lebih besar daripada kredit pajak (misalnya PPh 21, PPh 23, PPh 25, atau potongan lainnya). Nilai PPh 29 biasanya muncul saat Anda melakukan rekonsiliasi dan menghitung pajak akhir tahun.
Dalam konteks pembukuan, PPh 29 dicatat sebagai utang pajak hingga perusahaan melakukan pembayaran ke kas negara. Accurate 5 tidak menghitung PPh 29 secara otomatis, sehingga Anda perlu membuat jurnal penyesuaian untuk mencatatnya.
Akun yang Dibutuhkan untuk Pencatatan PPh 29
Sebelum masuk ke langkah pencatatan, pastikan bahwa Anda sudah menyiapkan akun berikut di Accurate 5:
- Beban Pajak Penghasilan (Expense): Mencerminkan nilai pajak yang menjadi beban perusahaan.
- Utang Pajak Penghasilan (Liability): Akun yang menampung nilai pajak terutang yang belum dibayarkan.
- Kas/Bank (Asset): Digunakan saat melakukan pembayaran PPh 29 ke negara.
Akun-akun ini dapat Anda cek atau buat melalui menu Daftar → Akun Perkiraan.
Cara Mencatat PPh 29 di Accurate 5

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pencatatan manual PPh 29 di Accurate 5:
1. Buat Jurnal Penyesuaian Pajak Akhir Tahun
Untuk mencatat nilai pajak kurang bayar (PPh 29), lakukan langkah-langkah berikut ini:
- Masuk ke menu Buku Besar → Jurnal Umum.
- Klik Tambah untuk membuat jurnal baru.
- Isi kolom akun debit (beban pajak penghasilan) dan kredit (utang pajak penghasilan).
- Isi tanggal sesuai tanggal tutup buku atau tanggal perhitungan pajak.
- Simpan jurnal.
Jurnal ini menampilkan bahwa perusahaan memiliki kewajiban pajak yang harus dibayar.
2. Melakukan Pembayaran PPh 29
Setelah Anda melakukan pelaporan dan mendapatkan nilai final pembayaran, langkah berikutnya adalah mencatat realisasi pembayaran:
- Masuk ke menu Kas & Bank → Pembayaran.
- Pilih kas atau bank yang digunakan.
- Pada kolom Akun, pilih Utang Pajak Penghasilan.
- Masukkan nilai sesuai yang dibayarkan.
- Simpan transaksi.
Setelah pembayaran dibuat, saldo utang pajak akan otomatis berkurang dan menjadi nol jika sudah lunas.
Tips Pencatatan Pajak Penghasilan di Accurate 5
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari kesalahan pencatatan pajak:
- Pastikan laporan laba rugi sudah final sebelum mencatat PPh 29.
- Cocokkan nilai perhitungan pajak dengan laporan fiskal dari konsultan pajak Anda.
- Gunakan jurnal penyesuaian di akhir tahun agar laporan keuangan tidak salah saji.
- Pastikan akun pajak sudah dipetakan dengan benar di Chart of Accounts.
- Arsipkan bukti pembayaran dan lampiran SPT sebagai dokumen pendukung audit.
Ikuti Pelatihan Accurate 5 Sekarang
Jika Anda ingin memahami pencatatan pajak penghasilan, jurnal akhir tahun, atau pengaturan akuntansi lain di Accurate 5 secara lebih mendalam, Anda bisa mengikuti Pelatihan Accurate 5 bersama Szeto Accurate Consultant. Tim profesional kami akan membantu Anda mempraktikkan langkah-langkahnya secara langsung agar Anda semakin mahir dalam pembukuan.

