Training Accurate

Cara Menghitung Cash Conversion Cycle

Dalam operasional bisnis, ada istilah yang disebut sebagai cash to cash cycle. Cash conversion cycle atau cash to cash cycle adalah periode waktu yang dibutuhkan oleh bisnis dalam membayar uang tunai kepada pemasok untuk persediaan barang dan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Jadi, metrik ini menunjukkan jumlah waktu yang diperlukan perusahaan untuk mengubah investasinya dalam inventaris menjadi uang tunai. Dengan begitu, Anda memiliki gambaran yang jelas tentang waktu antara pengeluaran uang tunai untuk operasional dan pemulihan uang tunai dari penjualan. Hal ini penting untuk diketahui agar Anda bisa memiliki gambaran yang jelas tentang supply chain bisnis Anda.

Cara Menghitung Cash Conversion CycleΒ 

Untuk mengetahui supply chain bisnis Anda secara akurat, maka Anda dapat melakukan perhitungan cash to cash cycle, berikut rumus untuk menghitungnya:

Cash Conversion Cycle = Days inventory on hand + Days sales outstanding – Days payables outstanding

Setelah mengetahui rumusnya, Anda juga perlu memenuhi beberapa syarat untuk melakukan perhitungan cash conversion cycle, sebagai berikut:

  • Pastikan untuk memiliki laporan keuangan bisnis yang rapi, dengan mencantumkan perhitungan atas laba rugi dan neraca.
  • Laporan laba rugi yang dibuat menerangkan jumlah pendapatan (revenue) dan harga pokok penjualan (cost of goods sold).
  • Catatan persediaan atau neraca yang berisi keterangan nilai persediaan (inventory) di awal dan juga akhir periode.
  • Mengetahui nilai piutang usaha (account receivable) di awal dan akhir periode yang diperoleh dari neraca.
  • Neraca memperoleh nilai hutang usaha (account payable) di awal dan akhir periode.
  • Jumlah hari dari periode yang ingin dihitung/dianalisis. Misalnya 90 hari untuk per triwulan dan 365 hari untuk analisis tahunan.

Manfaat Perhitungan Cash Conversion Cycle

Ketiga metrik yang dianalisis dalam cash conversion cycle (days inventory on hand, days sales outstanding, dan days payables outstanding) dapat membantu pengelola inventaris dan keuangan perusahaan untuk mengidentifikasi kerusakan dalam proses inventaris, rantai pasokan, atau pengumpulan. Jadi, perusahaan bisa meningkatkan pasokan bahan untuk menghasilkan lebih banyak modal kerja sehingga akan lebih menguntungkan secara bisnis. 

Selain itu, perhitungan cash to cash cycle juga dapat mengarahkan manajemen dalam perusahaan untuk mengambil beberapa tindakan penyeimbang untuk menghindarkan bisnis dari situasi kebangkrutan. Misalnya menyusutkan jumlah persediaan yang ada, memperketat kredit kepada pelanggan atau mengharuskan pembayaran di muka, dan menegosiasikan persyaratan pembayaran yang lebih lama dengan pemasok. 

Perhitungan cash to cash cycle ini juga berguna ketika terdapat indikasi bahwa interval pembayaran atau penerimaan inventaris perusahaan cenderung berubah. Hal ini membuat perusahaan dapat segera memperkirakan dampaknya terhadap uang tunai secara lebih akurat dan mengambil langkah atau kebijakan untuk mengatasinya.Β 

Jangka Waktu Cash Conversion Cycle

Siklus yang dihitung berdasarkan hari dalam cash conversion cycle ini umumnya berlangsung selama periode 30-45 hari. Semakin sedikit jumlah harinya, maka akan semakin baik bagi perusahaan kecil yang tidak memiliki arus kas sehingga memungkinkan mereka untuk mendapat periode pembayaran yang lebih lama. Meskipun begitu, waktu cash to cash cycle dapat sangat bervariasi antar perusahaan, bahkan meski mereka berada di dalam sektor industri yang sama.Β 

Misalnya, di industri energi perusahaan dengan tingkat kinerja tertinggi memiliki waktu siklus rata-rata yaitu minus 44 hari, sedangkan perusahaan yang berada di tingkat kinerja terendah memiliki siklus rata-rata yaitu 53 hari. Di bidang perawatan kesehatan, waktu siklus rata-rata yaitu 49 hari untuk kinerja tertinggi dan 179 hari untuk perusahaan lamban. Utilitas memiliki kesenjangan terkecil antara tingkat tertinggi (22 hari) dan terendah (44 hari). 

Sementara waktu cash conversion cycle rata-rata adalah 44 hari di perusahaan barang-barang konsumsi, 35 hari untuk perusahaan barang-barang kebutuhan pokok konsumen, 136 hari di perusahaan perawatan dan kesehatan, dan 63 hari di perusahaan material. Jadi, kebutuhannya berbeda di setiap perusahaan. Maka dari itu, upayakan untuk selalu fokus dengan operasional perusahaan Anda.

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Artikel Terkait