Training Accurate

Contoh Unearned Revenue dan Cara Mencatatnya

Dalam hal akuntansi, ada berbagai metode yang perlu untuk Anda ketahui. Salah satunya yaitu unearned revenue atau disebut juga sebagai pendapatan yang diterima di muka. Unearned revenue adalah sistem pembayaran dimana konsumen memberikan sejumlah uang atas produk yang belum tersedia stoknya dan menunggu diserahkan oleh penjual. Sistem transaksi berikut merupakan suatu bentuk kepercayaan konsumen pada perusahaan. Posisi unearned revenue terdapat pada bagian liabilitas di jenis laporan keuangan. 

 

Contoh Unearned Revenue

1. Tiket transportasi

Tiket transportasi merupakan contoh lain dari pendapatan diterima di muka. Ketika hendak bepergian dengan pesawat, kereta api, dan kapal Anda akan memesan tiket sejak jauh-jauh hari atau setidaknya beberapa jam sebelum keberangkatan. Dalam hal ini, maskapai akan menerima pendapatan atas penjualan tiket meskipun jadwal penerbangan belum dilaksanakan. Unearned revenue juga diberlakukan guna membayar biaya kebutuhan perusahaan atau maskapai. Yang termasuk kebutuhan maskapai adalah bahan bakar transportasi, fasilitas seperti makanan, minuman dan peralatan lainnya serta sistem layanan penumpang. 

 

2. Pembelian pre-order

Tanpa Anda sadari, sistem pembelian pre-order (PO) termasuk dalam jenis pendapatan diterima di muka. Sebab, Anda akan membayar suatu barang yang belum tersedia untuk Anda dapatkan. Sebagai contoh, ketika Anda membeli sebuah album dengan sistem PO, Anda tidak akan langsung mendapatkan album tersebut. Butuh waktu bagi penjual untuk menyiapkan pesanan Anda.

 

3. Asuransi

Asuransi merupakan hal umum yang dimiliki perusahaan atau perseorangan. Sistem jaminan tersebut membutuhkan dana di awal masa langganan guna mencukupi fasilitas dan layanannya. Oleh karena itu, unearned revenue menjadi pendukung guna memaksimalkan manfaat dari perlindungan asuransi yang akan diberikan pada pelanggan. Sehubungan dengan kondisi tersebut, perusahaan asuransi umumnya mengakui bahwa produk berikut merupakan aktiva lancar dalam akun yang dibayar di muka atau prepaid insurance.

 

Cara Mencatat Unearned Revenue

 

Unearned revenue merupakan penghasilan yang kompleks karena dalam satu prosedurnya, sistem ini diyakini sebagai utang sekaligus pendapatan perusahaan. Berikut ini cara untuk mencatat pendapatan yang diterima di muka di laporan keuangan:

1. Unearned revenue dicatat pada akun kewajiban jangka pendek

pendapatan yang diterima di muka biasanya memiliki ketentuan jangka waktu selama kurang lebih 1 tahun. Namun, aturan berikut berlaku apabila pemesanan produk akan berjalan dalam masa mendatang. Informasi tersebut menunjukkan bahwa unearned revenue adalah kewajiban jangka pendek.

2. Unearned revenue dicatat pada akun kewajiban jangka panjang

Apabila penyerahan produk atas unearned revenue melebihi 1 tahun, maka letaknya berada di pendapatan yang ditangguhkan pada bagian bawah kewajiban jangka panjang dalam neraca keuangan. Hal ini terkait status uang masih berupa utang. Apabila perusahaan gagal menyediakan barang atau jasa sesuai dengan perjanjian awal yang telah di garansikan dengan pendapatan yang diterima di muka, maka penjual wajib mengembalikan jumlah dana sesuai dengan ketentuannya.

3. Unearned revenue dicatat di penerimaan di muka

Terakhir, pencatatan pendapatan yang diterima di muka adalah pada bagian pendapatan yang diterima di muka sebagai kredit. Selain itu, proses penyalinan data juga membutuhkan jumlah sama untuk debit. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Pendapatan yang diterima di muka dicatat sebagai kredit. Sedangkan jumlah pendapatan dicatat sebagai kas pada sisi debit. Misalnya, Anda menerima Rp 50.000.000 atas proyek renovasi rumah. Pendapatan diterima di muka dicatat di sisi kredit. Kemudian, Anda juga mencatatnya sebagai kas di sisi debit dengan nominal yang sama. Pencatatan ini bertujuan untuk mengelompokkan jumlah yang harus diselesaikan, dan mencatat uang yang diperoleh atas transaksi tersebut.
  • Setelah itu, Anda perlu memperkirakan porsi pendapatan yang diterima selama menyelesaikan pekerjaan. Sebagai contoh, proyek renovasi rumah memakan waktu 25 hari kerja dengan nilai total Rp 50.000.000. Maka, setiap hari jumlah uang akan berkurang atau terpakai sebesar Rp 2.000.000.
  • Kemudian Anda perlu mengurangi pendapatan diterima di muka (kredit) selama pekerjaan berjalan. Misalnya, pada hari pertama, kurangi nilai pendapatan yang diterima di muka sebesar Rp 2.000.000. Pada hari kedua, nilainya akan berkurang lagi sehingga total pengurangan menjadi Rp 4.000.000. Lakukan terus sampai sisi kredit menjadi nol dan pekerjaan selesai.
  • Selanjutnya, Anda bisa memindahkan catatan kas (debit) sebagai pendapatan di dalam neraca saldo. 

 

Berikut tadi merupakan penjelasan mengenai cara mencatat unearned revenue dalam laporan keuangan. Untuk mempermudah Anda melakukan pencatatan, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Accurate Online. Aplikasi akuntansi ini dapat membantu Anda terkait proses akuntansi, mulai dari penjurnalan hingga membuat laporan keuangan secara cepat, mudah, dan tepat dimana saja.

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Artikel Terkait