Training Accurate

Jenis-Jenis Jurnal dalam Akuntansi yang Wajib Anda Ketahui

Jurnal akuntansi merupakan salah satu hal penting yang harus Anda pahami sebagai seorang pebisnis. Dengan melakukan pencatatan jurnal yang sistematis, Anda dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat untuk kepentingan pengambilan keputusan. Jurnal akuntansi merupakan langkah awal di dalam satu siklus akuntansi. 

Pencatatan transaksi ini harus dilakukan secara sistematis dan rinci, serta dicatat sesuai dengan urutan tanggal terjadinya transaksi. Pencatatan di jurnal juga harus mencatat jumlah yang sama antara debit dan kredit.. Untuk mencatat transaksi di dalam jurnal, Anda memerlukan bukti transaksi, seperti faktur, nota, atau kuitansi.

 

Jenis-Jenis Jurnal Akuntansi

 

Dalam praktiknya, terdapat banyak jenis jurnal akuntansi. Namun kali ini akan dijelaksan delapan jenis jurnal akuntansi yang paling umum digunakan oleh perusahaan.

 

1. Jurnal umum

Jurnal umum merupakan jurnal akuntansi yang digunakan untuk mencatat semua jenis transaksi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, jenis jurnal ini sering dijadikan sebagai buku harian perusahaan. Pencatatan di jurnal umum dilakukan secara sistematis dan sesuai urutan waktu terjadinya transaksi, dalam satu periode tertentu. Pencatatan ini akan mempengaruhi akun debit dan akun kredit.

Pencatatan jurnal umum dapat mempengaruhi akun debit dan akun kredit. Di mana terdapat lima akun yang harus dicatat di dalamnya, yakni ekuitas/aset, utang, modal, pendapatan, dan beban perusahaan. Dalam melakukan pencatatan, Anda harus memahami saldo normal dari masing-masing akun, misalnya aset memiliki saldo normal di debit, dan utang memiliki saldo normal di kredit.

2. Jurnal khusus

Jurnal khusus merupakan jurnal akuntansi yang pencatatan transaksinya dikelompokkan sesuai dengan jenisnya, yakni jurnal pembelian, penjualan, kas masuk, dan kas keluar. 

  • Jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian yang dilakukan secara kredit. Pembelian yang dilakukan secara tunai dicatat di jurnal khusus pengeluaran kas.
  • Jurnal penjualan berfungsi untuk mencatat semua transaksi penjualan secara kredit. Penjualan yang dilakukan secara tunai dicatat di jurnal khusus penerimaan kas.
  • Jurnal penerimaan kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang dari berbagai sumber pemasukan, seperti pendapatan penjualan.
  • Jurnal pengeluaran kas berfungsi untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang untuk berbagai macam biaya/beban.

Semua transaksi keuangan perusahaan harus dikelompokkan terlebih dahulu sesuai jenis transaksinya, baru kemudian dicatat dengan rinci di jurnal khusus yang sesuai. Jurnal khusus dimaksudkan agar pencatatan transaksi lebih sistematis, proses mengolah data akan lebih cepat, dan memudahkan dalam memindah pencatatan ke dalam buku besar.

3. Jurnal majemuk

Jurnal akuntansi selanjutnya yaitu jurnal majemuk yang merupakan pencatatan entri keuangan di mana terdapat minimum dua akun debit dan satu akun kredit. Namun, dalam penerapannya, banyak perusahaan yang mencatatkan lebih dari satu entri debit ataupun dua akun kredit. Adapun tujuan dari pembuatan jurnal majemuk adalah untuk mencatat transaksi yang memiliki sifat serupa dan terjadi pada hari yang sama.

4. Jurnal transfer

Jurnal transfer merupakan pencatatan jumlah akun yang dipindahkan atau ditransfer ke akun lain. Biasanya, jurnal ini dibuat untuk mencatat transaksi jika terjadi kesalahan pemesanan pada suatu akun.

5. Jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian digunakan untuk memperbarui entri jurnal yang dicatat sebelumnya. Pencatatan ini bertujuan untuk membandingkan jumlah yang dicatat apakah sudah sama dengan periode pengakuan yang sama. Jurnal ini biasanya dibuat pada akhir periode akuntansi. Periode akuntansi biasanya bertepatan dengan tahun fiskal bisnis. Ada empat jenis utama menyesuaikan entri:

  • Biaya prabayar adalah pembayaran tunai untuk aset yang belum digunakan. Pikirkan tentang asuransi. Ini melindungi perusahaan dari kemungkinan kerugian, seperti kebakaran atau pencurian, yang belum terjadi.
  • Pendapatan yang belum diterima adalah uang tunai yang diterima sebelum produk atau layanan disediakan. Ambil keanggotaan gym tahunan Anda atau langganan Spotify – Anda membayar di muka untuk layanan di masa depan.
  • Pendapatan yang masih harus dibayar adalah uang yang diperoleh, tetapi tidak dikumpulkan. Jika Anda mengambil pinjaman, pendapatan suku bunga dari pinjaman akan dicatat sebagai pendapatan yang masih harus dibayar.
  • Biaya yang masih harus dibayar adalah biaya yang dibuat, tetapi tidak dibayar. Contohnya adalah tidak membayar gaji pekerja Anda sampai akhir bulan.

6. Jurnal pembuka

Jurnal pembuka digunakan untuk mencatat di akun aset, liabilitas, dan ekuitas, yang merupakan catatan akuntansi dari periode sebelumnya. Tujuanya yaitu agar saldo aset, liabilitas, dan juga modal hasil dari pencatatan akuntansi sebelumnya dilakukan pada periode yang sedang berjalan. Dengan demikian, pencatatan akuntansi berjalan dengan berkesinambungan.

7. Jurnal penutup

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo perkiraan sementara sehingga perusahaan dapat mengetahui laba rugi bisnis selama satu periode. Pembuatan jurnal ini dilakukan dengan cara mentransfer saldo pendapatan dan biaya ke neraca, yang kemudian ditutup untuk digunakan di periode akuntansi berikutnya. Tidak semua akun perlu dibuatkan jurnal penutup. Adapun terdapat empat akun yang perlu dicatat dalam jurnal penutup, yakni akun pendapatan, akun beban, akun prive, dan ikhtisar laba/rugi.

8. Jurnal pembalik

Jurnal pembalik adalah jurnal yang berfungsi membalik jurnal penyesuaian sehingga menghasilkan akun neraca. Sebagai contoh, apabila akun saldo pada jurnal penyesuaian yang awalnya berada di debit, maka akun saldo akan dituliskan pada kredit dalam jurnal pembaliknya. Jurnal pembalik bertujuan untuk menyederhanakan, entri terbalik adalah opsional. Beberapa akuntan memilih untuk membuatnya, yang lain tidak. Mereka biasanya dilakukan pada awal periode akuntansi baru.

 

Berikut tadi penjelasan terkait jenis-jenis jurnal dalam akuntansi. Untuk mempermudah pencatatan jurnal bisnis, Anda dapat menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi akuntansi ini dapat membantu Anda terkait proses akuntansi, mulai dari penjurnalan hingga membuat laporan keuangan secara cepat, mudah, dan tepat.

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Artikel Terkait