Training Accurate

Jenis Kode Akun dan Penomoran Akun dalam Akuntansi

Daftar kode akun adalah daftar serangkaian kode sistematis untuk mengatur akun dan mengelompokkan akun yang serupa di buku besar di akuntansi. Ini mengandung unsur kode akun dan nama akun. Dengan memanfaatkan kode akun, perusahaan dapat membuat atau memodifikasi bagan akuntansinya. Biasanya, bagan akun akan menyertakan simbol numerik untuk menunjukkan perbedaan antara jenis akun. Selain itu, kode akun sering digunakan untuk menampilkan laporan keuangan, seperti neraca dan laporan laba rugi. Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda jenis kode akun dan penomoran akun dalam akuntansi yang biasa digunakan.

 

Jenis Kode Akun dalam Akuntansi

1. Kode divisi

Kode ini mendefinisikan divisi dalam suatu perusahaan. Perusahaan dengan satu divisi tidak memerlukan pengkodean divisi. Kode ini biasanya berupa angka dua digit tapi terkadang bisa juga tiga digit tergantung pada jumlah divisi yang dimiliki oleh perusahaan.

2. Kode departemen

Kode ini mendefinisikan berbagai departemen dalam sebuah divisi. Sebuah divisi biasanya akan memiliki berbagai departemen seperti akuntansi, produksi, teknik, dan sebagainya. Untuk mengidentifikasinya, manajer akun dapat menggunakan kode dua hingga tiga digit.

3. Kode akun

Sebagian besar perusahaan menggunakan kode tiga digit dan menetapkannya ke akun seperti aset, biaya persediaan, pendapatan, dan sebagainya.

 

Misalnya, sebuah perusahaan multi-divisi akan memiliki penomoran akun bagan dengan cara berikut zz-aa-123. Dimana zz mewakili divisi, aa untuk departemen, dan 123 untuk akun. Jika perusahaan adalah satu divisi dengan beberapa departemen, maka pola angkanya bisa seperti aa-123. Kemudian untuk sebuah bisnis kecil tanpa departemen sama sekali maka hanya memiliki kode tiga digit yang ditetapkan untuk akunnya, seperti 123.

 

Penomoran Akun dalam Akuntansi

 

Dalam kode akun, perusahaan biasanya mencantumkan akun dalam sebuah urutan di laporan keuangan. Yang pertama yaitu akun neraca, kemudian diikuti oleh laporan laba rugi. Namun, banyak perusahaan menyusun bagan akun sedemikian rupa sehingga semua departemen memiliki kumpulan akun pengeluaran yang sama. Adapun penomoran akun yang umum digunakan yaitu sebagai berikut:

Aset = 100-199

Kewajiban = 200-299

Ekuitas = 300-399

Pendapatan = 400-499

Pengeluaran = 500-599

 

Berikut ini penjelasan dari setiap akun yang biasa mendapatkan penomoran:

1. Aset

Aset atau aktiva biasanya dibagi menjadi dua kategori yaitu aset lancar dan aset tetap. Aset lancar merupakan aset yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai, seperti giro, tabungan, pasar uang, piutang, inventaris, dan sebagainya. Sedangkan aset tetap merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas bulan. Aset lancar biasanya mendapatkan kode 100-149 dan aset tetap mendapatkan kode 150-199. Tetapi sekali lagi tidak ada aturan pasti mengenai hal ini. 

2. Kewajiban

Kewajiban merupakan sejumlah dana yang harus dibayar oleh sebuah perusahaan kepada pihak luar. Ada berbagai jenis kewajiban, antara lain yaitu kewajiban lancar, kewajiban tidak lancar, dan lain sebagainya. Dalam perusahaan, kewajiban juga termasuk pajak lokal dan juga pajak yang dibayarkan oleh karyawan seperti Jaminan Sosial dan BPJS. Adapun nomor kode akun yang digunakan untuk kewajiban biasanya yaitu 20o-299.

3. Ekuitas

Ekuitas merupakan hak atau kepentingan pemilik perusahaan pada harta perusahaan. Ini mewakili jumlah uang yang akan dikembalikan kepada para pemegang saham perusahaan jika semua aset dilikuidasi dan semua hutang perusahaan dilunasi. Nomor kode akun ekuitas biasanya yaitu 300-399.

4. Penghasilan

Penghasilan merupakan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dari kegiatan operasional sehari-hari, seperti penjualan produk, biaya profesional, biaya yang dapat diganti, dan lain sebagainya. Penomoran akun untuk penghasilan biasanya yaitu 400-499. 

5. Pengeluaran

Pengeluaran merupakan pembayaran yang dikeluarkan saat ini untuk memenuhi kewajiban di masa mendatang demi memperoleh beberapa keuntungan. Pengeluaran sendiri terbagi dalam tiga kategori, yaitu pengeluaran tetap, pengeluaran berkala, dan pengeluaran tidak tetap. Penomoran akun pengeluaran biasanya yaitu 500-599. 

 

Selain jenis akun yang telah disebutkan, masih terdapat jenis-jenis akun lain seperti harga pokok penjualan (HPP), biaya overhead, beban lain-lain, pendapatan lain-lain, dan sebagainya. Untuk mempermudah Anda melakukan pencatatan akuntansi, Anda dapat menggunakan software seperti Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang dapat mempermudah Anda melakukan pengelolaan kas dimanapun dan kapanpun. 

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Artikel Terkait