Training Accurate

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas dan Cara Menghitungnya

Dalam menjalankan perusahaan, penting bagi Anda untuk mengetahui tentang situasi keuangan perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan dapat dilihat dari beberapa indikator, salah satunya yaitu rasio likuiditas. Rasio likuiditas merupakan perbandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Melalui rasio ini, perusahaan juga dapat mengetahui berbagai performa seperti kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Semakin tinggi nilai rasio likuiditas, semakin baik kemampuan sebuah perusahaan membayar utang jangka pendeknya alias utang tersebut lancar.

 

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

 

Pada praktiknya, rasio likuiditas terbagi dari berbagai jenis berdasarkan pada kemampuan dari perusahaan membayar utang. Berikut ini jenis-jenis rasio likuiditas:

 

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

Current ratio merupakan rasio likuiditas paling sederhana yang dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan melunasi kewajiban lancarnya (dibayar dalam satu tahun) dengan total aset lancarnya, seperti kas, piutang, dan persediaan. Semakin besar rasio lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban lancarnya. 

Rumus current ratio:

aset lancar / kewajiban lancar

2. Quick Ratio (Rasio Cepat)

Quick ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menentukan kemampuan perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya dengan aset cepat atau aset yang paling likuid. Perlu diketahui bahwa aset cepat adalah aset lancar yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu 90 hari. Selain itu, aspek utang jangka pendek yang dihitung yaitu berupa utang dagang, utang pajak penghasilan, dan utang kartu kredit. 

Rumus quick ratio:

(uang tunai + piutang + surat berharga) / kewajiban lancar

atau

(aset lancar – inventaris – biaya dibayar di muka) / kewajiban lancar

3. Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan melunasi utang jangka pendek menggunakan kas atau setara kas (mis. rekening giro). Cash ratio sangat digunakan untuk melihat performa dari perusahaan. Dengan cash ratio, kita dapat melihat perputaran kas dari suatu perusahaan. Apabila nilai cash ratio berada di bawah angka satu, maka perusahaan tidak mampu membayar kewajibannya.

Rumus cash ratio:

(uang tunai + surat berharga) / kewajiban lancar

4. Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Kas)

Cash turnover ratio menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih perusahaan. Cash turnover rasio dapat dihitung dengan cara membagi total penjualan bersih dengan modal. Perhitungan rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan dari modal yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Rumus cash ratio:

total penjualan bersih / modal

 

Berikut tadi merupakan penjelasan mengenai jenis-jenis rasio likuiditas beserta cara menghitungnya. Untuk menghitung rasio likuiditas dimembutuhkan waktu yang cukup banyak dan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan. Apabila Anda merasa kesulitan untuk menghitungnya, maka Anda dapat menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi akuntansi ini dapat membantu Anda terkait proses akuntansi, mulai dari penjurnalan hingga membuat laporan keuangan secara cepat, mudah, dan tepat.

Bagikan Artikel Ini
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on linkedin
LinkedIn
Artikel Terkait