Dalam praktik akuntansi di Indonesia, pencatatan pajak bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga ketelitian. Salah satu pajak yang cukup sering ditemui dalam transaksi jasa maupun sewa adalah PPh 23. Bagi pengguna Accurate Online, memahami cara membuat transaksi dikenakan PPh 23 sangat penting agar laporan keuangan dan pajak berjalan selaras.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana konsep PPh 23 di Accurate Online, persiapan yang perlu dilakukan, hingga langkah-langkah mencatat transaksi agar otomatis dikenakan PPh 23 dengan benar.
Mengenal PPh 23 dalam Aktivitas Bisnis
PPh 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan berupa jasa, sewa (selain tanah dan bangunan), serta jenis penghasilan tertentu sesuai ketentuan perpajakan. Dalam praktiknya, perusahaan bertindak sebagai pemotong pajak atas transaksi dengan pihak ketiga.
Di Accurate Online, PPh 23 tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan transaksi pembelian atau biaya. Oleh karena itu, pemahaman alur pencatatannya menjadi krusial agar nilai pajak tercatat otomatis dan tidak menimbulkan selisih saat pelaporan.
Persiapan Sebelum Membuat Transaksi Dikenakan PPh 23
Sebelum mencatat transaksi dikenakan PPh 23, ada beberapa pengaturan awal yang perlu dipastikan sudah benar, antara lain:
- Akun PPh 23 sudah tersedia di daftar akun
- Jenis pajak PPh 23 sudah aktif
- Tarif pajak sudah sesuai ketentuan (misalnya 2% atau 15%)
- Pemasok atau rekanan sudah diinput dengan data lengkap
Tanpa persiapan ini, Accurate Online tidak dapat menghitung dan mencatat PPh 23 otomatis.
Pengaturan Akun PPh 23 di Accurate Online
Langkah awal adalah memastikan akun PPh 23 sudah dibuat. Biasanya akun ini berada di kelompok kewajiban lancar, karena sifatnya merupakan utang pajak yang akan disetorkan ke negara. Pastikan akun tersebut ditautkan dengan jenis pajak PPh 23 agar setiap transaksi yang relevan dapat langsung memotong pajak sesuai tarif yang berlaku.
Cara Membuat Transaksi Dikenakan PPh 23
Setelah pengaturan siap, Anda dapat mulai mencatat transaksi. Berikut gambaran alurnya:
- Masuk ke menu Pembelian atau Kas & Bank
- Pilih jenis transaksi, misalnya pembelian jasa
- Tentukan pemasok yang dikenakan PPh 23
- Input nilai transaksi sesuai tagihan
- Aktifkan pajak PPh 23 pada baris transaksi
- Sistem akan otomatis menghitung nilai PPh 23
- Simpan transaksi
Dengan langkah ini, transaksi dikenakan PPh 23 akan langsung tercermin pada nilai utang pajak dan laporan keuangan.

Dampak PPh 23 pada Laporan Keuangan
Ketika transaksi dikenakan PPh 23, Accurate Online akan memisahkan nilai bruto dan pajak. Nilai PPh 23 akan tercatat sebagai utang pajak, sementara nilai bersih menjadi dasar pembayaran ke pemasok. Dampaknya bisa dilihat pada neraca (akun utang PPh 23), buku besar, laporan pajak, dan riwayat transaksi pemasok. Hal ini memudahkan proses rekonsiliasi dan pelaporan pajak bulanan.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mencatat PPh 23 di Accurate Online antara lain salah memilih jenis pajak, tarif PPh 23 tidak sesuai, akun pajak belum ditautkan, dan transaksi dicatat tanpa mengaktifkan pajak. Kesalahan tersebut dapat menyebabkan laporan pajak tidak akurat dan berisiko menimbulkan koreksi di kemudian hari.
Ikuti Pelatihan Accurate Online Sekarang
Mencatat transaksi dikenakan PPh 23 di Accurate Online memang memerlukan pemahaman yang tepat, terutama agar selaras dengan aturan perpajakan yang berlaku. Kesalahan kecil dalam pengaturan atau input dapat berdampak besar pada laporan keuangan dan pajak.
Jika Anda ingin memahami pencatatan PPh 23, PPh 21, PPN, hingga integrasinya dengan laporan keuangan, Anda dapat mengikuti pelatihan Accurate Online dari Szeto Accurate Consultant. Hubungi customer service kami sekarang dan pastikan pengelolaan pajak bisnis Anda berjalan lebih rapi, akurat, dan aman.






