Skip to main content

Training Accurate

Menutup Perintah Kerja Belum Selesai di Accurate Online

Menutup Perintah Kerja Belum Selesai di Accurate Online
Daftar Isi

Dalam proses manufaktur, tidak semua produksi selalu berjalan sampai selesai. Ada kalanya perusahaan harus menghentikan produksi. Jika kondisi tersebut terjadi, transaksi Perintah Kerja yang masih berjalan sebaiknya tidak dibiarkan berstatus aktif. Accurate Online menyediakan fitur untuk menutup perintah kerja yang belum selesai agar transaksi tersebut tidak lagi dianggap sebagai proses produksi yang masih berjalan. 

Artikel ini akan membahas alasan perintah kerja perlu ditutup, langkah-langkahnya, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penutupan.

Mengapa Perintah Kerja Perlu Ditutup?

Perintah Kerja digunakan untuk mencatat dan mengendalikan proses produksi, mulai dari pengambilan bahan baku, tahapan produksi, hingga penyelesaian barang jadi. Jika proses produksi dihentikan sebelum seluruh tahapan selesai, tetapi tidak akan dilanjutkan lagi, transaksi tersebut dapat ditutup secara manual.

Dengan menutup perintah kerja, status transaksi menjadi lebih jelas. Perusahaan tidak lagi memiliki Perintah Kerja yang sudah dihentikan, tetapi masih terlihat seperti pekerjaan yang sedang berlangsung. Hal ini juga membantu menjaga data produksi tetap rapi dan memudahkan pengguna memantau atau memeriksa transaksi manufaktur.

Baca juga:  Menampilkan Nama di Cetakan Pembayaran Lain Accurate 5

Cara Menutup Perintah Kerja yang Belum Selesai

Proses menutup perintah kerja di Accurate Online cukup sederhana. Berikut langkahnya:

  1. Masuk ke menu Manufaktur.
  2. Pilih Perintah Kerja untuk membuka daftar transaksi.
  3. Cari dan buka Perintah Kerja yang produksinya tidak akan dilanjutkan.
  4. Pada formulir Perintah Kerja, masuk ke tab Info Lainnya.
  5. Centang pilihan “Ya, tidak dapat diproses lagi”.
  6. Klik Simpan untuk menyimpan perubahan.

Accurate Online akan mengubah status Perintah Kerja menjadi Ditutup. Transaksi yang sudah ditutup tidak dapat digunakan kembali untuk proses produksi terkait.

Menutup Perintah Kerja Belum Selesai di Accurate Online x

Apa yang Terjadi Setelah Perintah Kerja Ditutup?

Setelah menutup perintah kerja, transaksi tersebut tidak lagi dianggap sebagai proses produksi yang masih berjalan. Apabila rentang waktu Perintah Kerja tidak diaktifkan atau sudah melewati rentang waktunya, transaksi tersebut tidak dapat digunakan untuk Pengambilan Bahan Baku, Tahapan Proses, maupun Penyelesaian Barang Jadi.

Karena itu, pastikan keputusan untuk menutup transaksi memang sudah final. Jangan menutup Perintah Kerja hanya karena proses produksinya belum selesai, terutama jika pekerjaan tersebut sebenarnya masih akan dilanjutkan.

Baca juga:  Production Department Aktivitas Pabrikasi di Accurate 5

Periksa Transaksi Sebelum Menutup

Sebelum melakukan penutupan, sebaiknya periksa terlebih dahulu aktivitas yang sudah tercatat pada Perintah Kerja. Anda dapat melihat transaksi yang berkaitan dengan pengambilan bahan baku, tahapan produksi, dan penyelesaian barang jadi.

Pengecekan ini penting karena proses produksi yang belum selesai dapat memiliki aktivitas yang sudah tercatat di sistem. Accurate Online juga menyediakan Histori Perintah Kerja untuk melihat informasi dan alur proses produksi secara lebih lengkap.

Selain itu, perhatikan kondisi bahan baku dan biaya produksi yang sudah digunakan. Dengan begitu, keputusan penutupan tidak menimbulkan kebingungan ketika perusahaan melakukan pemeriksaan stok atau laporan produksi.

Bedakan Status Selesai dan Ditutup

Perlu dipahami bahwa status Selesai dan Ditutup memiliki konteks berbeda. Perintah Kerja berstatus selesai ketika seluruh proses produksinya telah dilakukan. Sementara itu, status ditutup digunakan ketika proses produksi dihentikan dan tidak diproses kembali.

Baca juga:  Menggabungkan Detail Barang Jadi 1 Baris di Accurate Online

Pada Monitor Perintah Kerja Accurate Online, status Selesai/Ditutup digunakan untuk menunjukkan Surat Perintah Kerja yang sudah menyelesaikan proses produksi atau ditutup manual. Jadi, jika produksi selesai secara normal, lakukan seluruh pencatatan produksi sampai tahap akhir. Namun, jika produksi dihentikan sebelum selesai dan tidak akan dilanjutkan, Anda dapat menggunakan fitur menutup perintah kerja.

Ikuti Pelatihan Accurate Online Bersama Szeto Accurate Consultant

Mengelola transaksi manufaktur membutuhkan pemahaman terhadap alur produksi dan setiap transaksi yang saling berkaitan. Dengan memahami cara menutup perintah kerja, Anda dapat menjaga status produksi tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya dan menghindari transaksi yang masih dianggap aktif padahal sudah tidak dilanjutkan.

Jika Anda ingin memahami fitur manufaktur lebih mendalam, ikuti pelatihan Accurate Online dari Szeto Accurate Consultant sekarang. Segera hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi mengenai pelatihan yang sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Bagikan Artikel Ini
Artikel Terkait