Dalam operasional bisnis, perusahaan tidak hanya melakukan transaksi penjualan barang dagang, tetapi juga dapat melakukan penjualan aset seperti kendaraan, mesin, peralatan kantor, atau aset tetap lainnya. Pada kondisi tertentu, transaksi tersebut dikenakan PPN dan pembayarannya dilakukan secara tidak tunai atau kredit.
Oleh karena itu, pencatatannya perlu dilakukan dengan benar agar nilai aset, piutang, dan pajak tercatat sesuai ketentuan. Pada artikel ini, kita akan membahas cara mengelola penjualan aset kena PPN dan tidak tunai di Accurate Online.
Apa Itu Penjualan Aset?
Penjualan aset adalah transaksi pelepasan aset tetap milik perusahaan kepada pihak lain dengan imbalan sejumlah nilai tertentu. Aset yang dijual bisa berupa:
- Kendaraan operasional
- Mesin produksi
- Komputer dan peralatan kantor
- Bangunan atau aset tetap lainnya
Saat aset dijual, perusahaan perlu menghitung nilai buku aset, akumulasi penyusutan, serta keuntungan atau kerugian dari transaksi tersebut.
Apakah Penjualan Aset Dikenakan PPN?
Penjualan aset dapat dikenakan PPN apabila aset tersebut sebelumnya digunakan dalam kegiatan usaha terkait penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, pastikan hal ini sebelum melakukan transaksi:
- Status Pengusaha Kena Pajak (PKP) perusahaan
- Jenis aset yang dijual
- Ketentuan perpajakan yang berlaku saat transaksi dilakukan
Cara Mencatat Penjualan Aset Tidak Tunai di Accurate Online
Untuk transaksi penjualan aset yang pembayarannya dilakukan secara kredit atau belum diterima secara langsung, Anda dapat menggunakan akun piutang sebagai lawan transaksi. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Pastikan pembeli sudah terdaftar sebagai pelanggan di Accurate Online agar transaksi dapat dikaitkan dengan piutang usaha.
- Selanjutnya buat transaksi penjualan dengan memasukkan:
- Nama pelanggan
- Nilai penjualan aset
- Tarif PPN yang berlaku
- Termin pembayaran jika transaksi dilakukan secara kredit
- Selain membuat transaksi penjualan, perusahaan juga perlu mencatat penghapusan aset tetap dari daftar aset perusahaan. Proses ini biasanya melibatkan:
- Nilai perolehan aset
- Akumulasi penyusutan
- Nilai buku aset
- Keuntungan atau kerugian penjualan

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Penjualan Aset
Agar proses penjualan aset berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Sebelum aset dijual, lakukan perhitungan penyusutan hingga tanggal transaksi agar nilai buku yang digunakan sudah sesuai.
- Pastikan tarif pajak yang digunakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
- Gunakan akun yang tepat dan lakukan pemisahan akun untuk piutang, pendapatan penjualan aset, PPN keluaran, dan keuntungan atau kerugian penjualan aset.
Manfaat Mencatat Penjualan Aset dengan Benar
Pencatatan penjualan aset yang tepat akan membantu perusahaan:
- Menyajikan laporan keuangan yang akurat
- Menghindari kesalahan perhitungan pajak
- Memantau keuntungan atau kerugian dari pelepasan aset
- Mempermudah proses audit dan rekonsiliasi data
Karena itu, setiap transaksi aset sebaiknya dicatat sesuai prosedur yang berlaku.
Saatnya Upgrade Skill Accurate Anda!
Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan aset tetap, perpajakan, dan pencatatan transaksi khusus di Accurate Online, saatnya belajar langsung dari ahlinya. Ikuti pelatihan Accurate Online dari Szeto Accurate Consultant dan dapatkan panduan praktis dan dapat langsung diterapkan dalam operasional bisnis sehari-hari.
Hubungi customer service kami sekarang dan tingkatkatkan kemampuan Anda dalam mengelola Accurate Online secara profesional!









